Kamis, 10 Januari 2013

Membuat Contoh Paragraf Narasi -- Siapa Takut!

Hampir setiap orang pernah bersingungan dengan paragraf narasi. Mengapa demikian? Karena paragraf narasi sangat mudah ditemui di berbagai tempat. Paragraf narasi mudah ditemui misalnya saja di dalam novel-novel yang dipajang di toko-toko buku, di dalam cerita pendek yang terdapat di koran ataupun majalan-majalan edisi tertentu, dan paling tidak di dalam buku pelajaran.
Narasi memang begitu populer di kalangan masyarakat sehingga masyarakat pun tidak asing lagi dengan paragraf narasi. Paragraf narasi juga paragraf yang lebih mudah dibuat daripada jenis paragraf lain. Karena tanpa sadar, banyak orang yang seringkali membuat contoh paragraf narasi dalam keseharian, tanpa disadarinya.
Meskipun narasi tersebut bukan berbentu paragraf, tetapi lebih berbentuk cerita narasi secara lisan. Tanpa sadar banyak orang yang bernarasi adalah ketika bercerita kepada temannya tentang perjalan liburannya atau mengenai cerita seseorang yang baru saja mereka temui di jalan. Meskipun begitu, banyak orang yang merasa tidak mampu menulis narasi meskipun tanpa sadar mereka sering membuatnya.
Keengganan membuat narasi tersebut bukan karena tidak tidak mampu, namun karena belum mau mencoba membuat paragraf narasi. Sebelum menulis, terlebih dahulu harus mengenal paragraf narasi. Karena jika diibaratkan, sebelum menyelami lebih jauh, harus berkenalan terlebih dahulu dengan narasi sehingga ketika sudah berkenalan, tidak merasa asing dengan kehadiran narasi dan mampu menulis sebuah karangan narasi.
Narasi atau yang lebih dikenal sebagai cerita adalah satu dari keempat jenis karangan yang lain, yakni eksposisi, persuasi, argumentasi, dan deskripsi. Eksposisi adalah paragraf yang lebih menekankan pada pemaparan yang berisi informasi sehingga paragraf eksposisi banyak ditemui pada pemberitaan di koran-koran ataupun di dalam majalan.
Persuasi adalah jenis paragraf yang lebih kepada ajakan. Ajakan dengan peragraf tersebut penulis mengharap pembaca dapat melakukan apa yang telah diajak oleh penulis. Paragraf argumentasi adalah paragraf yang isinya lebih kepada alasan tentang suatu hal. Misalnya saja, alasan kenapa kita harus membuat paragraf narasi.
Deskripsi adalah paragraf dengan ciri penggambaran sehingga dengan hanya dengan membaca tulisan tersebut, pembaca seolah-olah seperti melihat sendiri dan dapat membayangkan apa yang penulis deskripsikan. Paragraf deskripsi bisa digunakan ketika mendeskripsikan tempat pariwisata, alamat rumah, jalan raya, dan masih banyak lagi.
Narasi sendiri adalah jenis karangan yang lebih menitikberatkan pada kronologis atau urutan waktu sehingga yang paling mencolok dari paragraf narasi adalah alur atau kronologis penceritaan dan tokoh. Meski demikian paragraf narasi mempunyai unsure-unsur lain. Unsur-unsur lain dalam narasi akan memudahkan seseorang untuk membuat contoh paragraf narasi.
Unsur-unsur narasi tersebut, antara lain tokoh, alur, latar, judul, sudut pandang, gaya bahasa dan tema. Tokoh adalah pelaku di dalam cerita. Tokoh diciptakan oleh pengarang sebagai motor penggerak cerita, karena jika tidak ada tokoh, maka cerita tidak narasi tidak akan bisa. Tokoh sendiri pun dibedakan menjadi dua, yakni tokoh utama dan tokoh sampingan.
Di dalam sebuah contoh paragraf narasi, tokoh utama dan tokoh sampingan bisa dilihat dari banyaknya tokoh tersebut ada di dalam cerita. Tokoh utama lebih sering muncul dalam cerita dan memerlukan waktu penceritaan yang lebih banyak daripada tokoh sampingan atau tokoh tambahan. Ada istilah tokoh, ada juga istilah penokohan. Meskipun sama-sama berkata dasar “tokoh”, tetapi kedua kata ini berbeda makna.
Jika tokoh lebih banyak disebut sebagai pelaku dalam cerita, penokohan berarti pemberian sifat oleh pengarang kepada pelaku cerita. Pemberian sifat tersebut meliputi unsur-unsur fisiologis (rambut, mata, usia), psikologis (moral, perasaan pelaku, juga intelektualitas), dan sosiologis (status sosial tokoh, pekerjaan, jabatan).
Setelah tokoh, unsur-unsur yang selanjutnya adalah alur. Alur adalah jalannya cerita, atau sambung-menyambungnya suatu cerita dari suatu peristiwa, sehingga menjadi sebuat cerita yang utuh. Ketika hendak membuat contoh paragraf narasi, ada tiga jenis alur yang dapat digunakan, yakni alur maju, alur mundur, dan alur campuran.
Alur maju adalah alur yang menceritakan peristiwa yang dimulai dari awal. Misalnya, ingin bercerita tentang kehidupan seseorang maka alur maju dapat dibuat dengan menceritakan tokoh, dari kecil sampai dewasa. Alur mundur merupakan kebalikan dari alur maju, yakni menceritakan kehidupan dari semasa dewasa, kemudian menuju ke kehidupan semasa kecil. yang terakhir adalah alur campuran, yakni cerita yang menggunakan alur dengan cara menggabungkan teknik penceritaan maju dan mundur.
Contoh paragraf narasi bisa semakin menarik jika ketika membuatnya, menggunakan latar sebagai paragraf awal. Karena biasanya, banyak yang terjebak menggunakan penggambaran tokoh ketika membuat contoh paragraf narasi. Latar sendiri adalah tempat terjadinya cerita atau latar belakang cerita. Latar sendiri dibedakan menjadi tiga, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat bisa berupa penggambaran tempat seperti di jalan, hutan, kebun, dan masih banyak lagi.
Kemudian latar waktu bisa pagi hari, sore hari, atau pun menggunakan kalimat, ketika matahari tengah berada di puncaknya. Latar sosial bisa dicontohkan suasana atau keadaan cerita, misalnya saja masyarakat yang agamis, plural, masyarakat adat, dan masih banyak yang lain. Jika dalam membuat contoh paragraf narasi, belum menemukan judul yang tepat, jangan terpaku pada judul karangan. Mengapa demikian? Karena judul karangan dapat dipikirkan di akhir ketika sudah selesai menulis.
Judul juga perupakan hal yang tak kalah penting di dalam cerita. Dengan judul yang menarik, tentu saja pembaca akan tertarik untuk membaca, seperti apakah isi cerita tersebut. Contoh paragraf narasi juga harus memperhatikan gaya atau nada. Dalam hal ini, gaya atau nada berhubungan dengan cara pengungkapan seseorang atau cara pengarang memilih bahasa yang digunakan untuk membuat paragraf narasi.
Unsur terakhir yang harus juga diperhatikan ketika hendak menulis contoh paragraf narasi adalah tema. Tema cerita lebih luas daripada judul karena cerita bisa bertema tentang perjuangan, percintaan, pengerobanan, dan bisa juga persahabatan.

Contoh Paragraf Narasi

Berikut ini adalah beberapa contoh paragraf narasi yang menggunakan deskripsi tokoh
Kanaya adalah gadis yang menyenangkan. Dia pun sangat disenangi teman-temannya juga guru-gurunya di sekolah. Bagaimana tidak? Dia adalah anak yang periang, ramah, rendah hati, murah senyum, dan baik kepada semua orang. Namun, entah mengapa beberapa hari ini dia mudah sekali tersinggung. Dia pun tampak murung, selalu ingin menyendiri. Kanaya jadi jarang berdandan. Rambut yang biasanya dikepang dua dengan diberi pita yang cantik, beberapa hari ini hanya dibiarkan tergerai begitu saja.
Paragraf tersebut merupakan contoh paragraf narasi yang menggunakan deskripsi tokoh sebagai pembuka cerita.
Berikut ini adalah contoh paragraf narasi yang menggunakan deskripsi latar.
Pagi yang indah sekali di Kaliurang. Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon cemara yang kelihatan hijau berkilat. Puncak gunung Merapi terlihat tertutup kabut, yang membuat Merapi tampak lebih gagah. Tak lama berselang, kabut segera turun dari peraduan, menyapa tubuh-tubuh menggigil kedinginan, namun dengan wajah-wajah yang ceria. Seceria ketika menyambut pagi. Tak mau ketinggalan moment yang indah, dan menyadari matahari di Merapi kali ini adalah matahari terakhir sebelum kembali ke Jakarta, akupun segera mengambil kamera dan mengabadikan hamparan yang mengagumkan tersebut.
Berikut ini adalah langkah-langkah mudah ketika ingin membuat paragraf narasi dengan cara yang mudah, antara lain sebagai berikut.
  • Pilihlah satu kejadian menarik dan mengesankan bagi Anda.
  • Uraikan kejadian mengesankan itu menjadi bagian yang lebih rinci (kronologisnya).
  • Tentukan latar tempat.
  • Tentukan bagian-bagian yang akan ditambah dengan imajinasi.
  • Kembangkan kembali menjadi sebuah paragraf narasi yang utuh.
Dengan langkah-langkah dan contoh paragraf narasi tersebut, semoga saja memudahkan membuat paragraf narasi. Karena sudah berkenalan dan mendalami, jangan takut untuk mencoba. 

(sumber : http://www.anneahira.com/contoh-paragraf-narasi.htm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar